Penyaluran Beasiswa Guru Sarjana Diserahkan ke Universitas
Dendi Irawan
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Kepala Bagian Kesra (Kesejahteraan Rakyat) Setkab Kukar Dendi Irawan Fahriza,
menegaskan bantuan pendidikan berupa beasiswa untuk guru yang menempuh
pendidikan S1 dalam program dedikasi 1000 guru sarjana, telah disalurkan
pemerintah kepada Universitas atau PT (Perguruan Tinggi), berdasarkan tempat
para mahasiswa asal Kukar menempuh pendidikan.
“Penyaluran beasiswa langsung ke Univeritas
atau Perguruan Tinggi, tempat mahasiswa Kukar menempuh pendidikan. ”katanya Dendi.
Bantuan program tersebut di berikan kepada
mahasiswa asal Kukar dengan tuntas, selama 4 tahun menempuh perguruan tinggi.
Sehingga mahasiswa tersebut dapat fokus dengan perkuliahannya tanpa memikirkan
biaya perkuliahan.
"Jadi beasiswa tersebut masuk ke
Universitas, dengan tuntas selama 4 tahun, dalam satu tahunnya beasiswa
tersebut sekitar Rp. 5 juta, sehingga dalam 4 tahun totalnya 20
juta," kata Dendi Irawan Fahriza kepada Poskotakaltimnews, di Pemkab Kukar,
Rabu (12/1/2023).
Ia menerangkan, beasiswa tersebut masuk di
beberapa Universitas, diantaranya Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta)
Universitas Widyagama Samarinda, Universitas Terbuka (UT) Samarinda, dan
lainnya, sehingga mereka tidak perlu lagi membayar SPP, dan bisa fokus belajar.
"Dan yang bersangkutan (penerima) perlu
koordinasi dengan Dinas Pendidikan, karena program tersebut masuk pada OPD
Dinas Pendidikan, dan koordinasi dengan pihak Universitas," sebutnya.
Mengapa perlu dilakukan koordinasi? Sebab
data data penerima telah masuk kedalam sistem. Sehingga penerima beasiswa juga
tidak bisa mendapatkan double beasiswa lainnya.
"Jadi kami pastikan kembali, dana dari
pemerintah daerah telah ditransfer semuanya, tapi bukan ke penerima (mahasiswa)
langsung," jelasnya
Sementara pada 2022 lalu, total capaian
terkait dengan program beasiswa 1000 guru sarjana mencapai sekitar 213 orang.
Dan 2023 ini ditargetkan sekitar 200 orang, dirinya optimis mencapai target
yakni 1000 guru sarjana yang mendapatkan beasiswa.
"Sesuai dengan RPJMD memang 2021-2026,
tapi 2024 mendatang ada pesta demokrasi. Kita optimis untuk mencapai target
maksimal," pungkasnya.(riz)